Example 728x250

Example 728x250
Opini

Srikandi Hukum: Kelembutan yang Menegakkan Keadilan dan Moralitas Bangsa

4
×

Srikandi Hukum: Kelembutan yang Menegakkan Keadilan dan Moralitas Bangsa

Share this article

Oleh: Asmanidarlawyer

Dunia hukum Indonesia kini menyaksikan gelombang baru dengan bangkitnya kaum wanita di posisi-posisi strategis.

Jabatan tinggi di Mahkamah Agung, Kejaksaan, Kepolisian, hingga dunia advokat kini mulai ramai diisi oleh para perempuan tangguh. Kebangkitan ini bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan bukti nyata emansipasi yang substansial.

Ketangguhan mereka teruji langsung dalam berbagai kasus besar bangsa. Di kursi Hakim Agung, kita mengenal sosok Sri Murwahyuni yang dengan berani menolak kasasi predator seksual Herry Wirawan, sehingga pelaku tetap divonis mati demi keadilan korban perempuan dan anak.

Rekan sejawatnya, Desnayeti, juga dikenal teguh mempertahankan prinsip keadilan hukum melalui dissenting opinion yang tegas menolak peringanan hukuman bagi para terdakwa kasus pembunuhan berencana tingkat tinggi.

Pada sektor keamanan, Jenderal Polisi wanita seperti Irjen Pol. Juansih sukses memimpin pembentukan sistem pendidikan Polri modern yang presisi di Lemdiklat Polri.

Sementara itu, petinggi Kejaksaan mencatat nama Harprileny Soebiantoro sebagai Jaksa Agung Muda (Jamdatun) pertama yang sukses menyelamatkan aset dan keuangan negara dari berbagai sengketa perdata internasional korporasi besar.

Di ranah lawyer profesional, nama besar seperti Elza Syarief hingga Melli Darsa menjadi potret ketangguhan advokat wanita yang disegani dalam memenangi sengketa bisnis kakap dan restrukturisasi perusahaan multinasional.

Secara psikologis, kehadiran para tokoh wanita ini membawa dimensi baru dalam peradilan. Perempuan cenderung memiliki tingkat empati yang tinggi, ketelitian mendalam, dan intuisi emosional yang kuat.

Karakteristik ini sangat krusial dalam memahami latar belakang suatu perkara secara holistik dan melahirkan putusan yang adil. Secara biologis, ketahanan mental dan kemampuan multitasking perempuan terbukti mampu menghadapi tekanan kerja yang tinggi di sektor hukum yang melelahkan.

Dari sudut pandang Islam, peran wanita karier di bidang penegakan hukum sangat dihormati. Hal ini didasari prinsip kemaslahatan umat (maslahah ammah) dan kewajiban menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 135:

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri…”

Ayat ini menegaskan bahwa tugas menegakkan hukum yang lurus adalah kewajiban moral setiap individu yang memiliki kompetensi, baik laki-laki maupun perempuan. Selama mampu menjaga marwah diri, kontribusi srikandi hukum ini menjadi pilar penting bagi tegaknya hukum yang humanis dan berkeadilan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *