Selama ini ada adagium tentang talenta dan bakat merupakan warisan dari keturunan. Dalam ilmu genetika hal ini dipelajari dalam hereditas. Sifat-sifat menurun.
Namun, Daniel Coyle menemukan sesuatu yang mengubah cara pandang dunia: Setiap keterampilan yang kamu miliki tumbuh dari zat bernama myelin. Zat ini melapisi sirkuit sarit seperti listrik yang diisolasi.
Semakin tebal myelin, semakin cepat dan akurat sinyal otakmu. Dan berita baiknya: Myelin bisa kamu tumbuhkan sendiri.
Rahasia pertama: Deep Practice. Latihan bukan soal berapa lama, tapi seberapa dalam. Clarissa, gadis 13 tahun, berlatih biola dengan cara aneh: ia bermain dalam potongan-potongan kecil, berhenti di setiap kesalahan, lalu ulangi.
Hasilnya? Dalam 6 menit, ia membuat kemajuan setara 1 bulan latihan normal.
Rahasia kedua: Ignition. Suatu hari di Korea Selatan, sebuah komunitas miskin tiba-tiba menghasilkan puluhan juara golf dunia.
Pemicu? Seorang gadis muda bernama Se Ri Pak memenangkan turnamen besar. Di saat itu, jutaan anak Korea berpikir: “Kalau dia bisa, kenapa aku nggak?” Sesederhana itu, bakat meledak.
Namun, kisah sukses pegolf Korea Selatan yang berasal dari latar belakang sederhana atau kurang mampu bukanlah hal yang mustahil, meskipun golf sering dianggap sebagai olahraga mahal.
Beberapa pegolf profesional Korea Selatan yang terkenal memiliki kisah inspiratif:
Se Ri Pak: Kemenangan gemilangnya di U.S. Women’s Open pada tahun 1998 dianggap sebagai momen penting yang memicu gelombang popularitas golf wanita di Korea Selatan.
Kisah suksesnya menginspirasi banyak generasi penerusnya, yang banyak di antaranya datang dari latar belakang biasa dan didorong oleh dedikasi serta nilai-nilai ketekunan yang kuat dalam budaya Korea.
K.J. Choi: Salah satu pegolf pria Korea Selatan paling sukses, K.J. Choi, dikenal karena perjuangannya dari awal yang sederhana di mana ia belajar bermain golf setelah bekerja di lapangan golf.
Y.E. Yang: Ia menjadi orang Asia pertama yang memenangkan kejuaraan mayor golf pria (PGA Championship 2009), mengalahkan Tiger Woods.
Ia juga memiliki latar belakang perjuangan hidup sebelum mencapai puncak karier golfnya.
Dalam drama Korea, tema tentang seseorang dari keluarga miskin yang menjadi atlet golf profesional juga pernah diangkat, menunjukkan bahwa narasi semacam itu relevan dengan realitas sosial dan budaya di sana.
Secara umum, kesuksesan para pegolf Korea sering kali dikaitkan dengan kombinasi nilai-nilai budaya seperti kesabaran dan kegigihan, serta dukungan keluarga yang kuat, terlepas dari status ekonomi awal mereka.
Rahasia ketiga: Master Coaching. Pelatih hebat bukan yang paling galak atau paling pintar. Mereka yang bisa melihat kesalahan kecil dan memberi feedback tepat sasaran.
Seperti pelatih tenis yang berkata: “Pergeser 2 cm ke kanan” bukan “Mainnya bagus!” Perubahan kecil, hasil besar.
Kesimpulannya: Kamu nggak perlu lahir hebat. Cukup tumbuhkan myelin dengan 3 cara: Latihan mendalam di zona kesulitan, temukan pemicu motivasi yang membuatmu terbakar, dan cari mentor yang bisa memberi arahan tepat.
Karena pada akhirnya, bakat bukan soal bakat. Bakat soal cara menumbuhkannya.













