Jangan anggap sepele tentang pengaturan keuangan dalam rumah tangga. Sebab, keuangan yang amburadul bukan saja penyebab stress. Juga menjadi pemicu pertengkaran dalam keluarga.
Orang yang tidak mengatur keuangannya dapat mengalami stres karena beberapa alasan psikologis:
1. *Kekurangan kontrol*: Ketika seseorang tidak mengatur keuangannya, mereka mungkin merasa tidak memiliki kontrol atas keuangan mereka. Ini dapat menyebabkan perasaan tidak berdaya dan stres.
2. *Ketidakpastian*: Tidak mengetahui berapa banyak uang yang masuk dan keluar dapat menyebabkan ketidakpastian dan stres.
3. *Kekhawatiran tentang masa depan*: Tidak memiliki rencana keuangan yang jelas dapat menyebabkan kekhawatiran tentang masa depan, seperti tidak dapat membayar tagihan atau tidak memiliki uang untuk pensiun.
4. *Perasaan bersalah*: Tidak mengatur keuangannya dapat menyebabkan perasaan bersalah karena tidak dapat mengelola uang dengan baik.
5. *Stres tentang utang*: Tidak mengatur keuangannya dapat menyebabkan utang yang menumpuk, yang dapat menyebabkan stres dan perasaan tertekan.
Dari perspektif psikologi, ini dapat dijelaskan dengan teori “Locus of Control” yang dikembangkan oleh Julian Rotter.
Teori ini menyatakan bahwa seseorang dapat memiliki locus of control internal (percaya bahwa mereka memiliki kontrol atas kehidupan mereka) atau locus of control eksternal (percaya bahwa kehidupan mereka dikontrol oleh faktor-faktor luar).
Orang yang tidak mengatur keuangannya mungkin memiliki locus of control eksternal, sehingga mereka merasa bahwa keuangan mereka dikontrol oleh faktor-faktor luar, seperti keadaan ekonomi atau orang lain. Ini dapat menyebabkan perasaan tidak berdaya dan stres.
Selain itu, teori “Stres dan Koping” yang dikembangkan oleh Lazarus dan Folkman juga dapat menjelaskan fenomena ini. Teori ini menyatakan bahwa stres terjadi ketika seseorang merasa bahwa tuntutan lingkungan melebihi kemampuan mereka untuk menghadapinya.
Dalam kasus ini, tidak mengatur keuangannya dapat menjadi sumber stres karena tuntutan keuangan yang tidak dapat diatasi. Jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan mereka, mereka mungkin merasa stres dan tidak berdaya.
Untuk mengatasi stres ini, penting untuk mengambil kontrol atas keuangan dan membuat rencana keuangan yang jelas. Ini dapat membantu meningkatkan perasaan kontrol dan mengurangi stres.
Berikut beberapa alasan biologis mengapa orang yang tidak mengatur keuangannya dapat mengalami stres:
1. *Aktivitas Amygdala*: Amygdala adalah bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur emosi, termasuk stres dan kecemasan. Ketika seseorang tidak mengatur keuangannya, amygdala dapat menjadi aktif dan melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
2. *Kortisol*: Kortisol adalah hormon stres yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal. Ketika seseorang tidak mengatur keuangannya, kortisol dapat meningkat dan menyebabkan stres, kecemasan, dan insomnia.
3. *Dopamin*: Dopamin adalah neurotransmitter yang terkait dengan kesenangan dan penghargaan. Ketika seseorang tidak mengatur keuangannya, dopamin dapat menurun dan menyebabkan perasaan tidak puas dan stres.
4. *Serotonin*: Serotonin adalah neurotransmitter yang terkait dengan mood dan kecemasan. Ketika seseorang tidak mengatur keuangannya, serotonin dapat menurun dan menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi.
5. *Sistem Saraf Otonom*: Sistem saraf otonom adalah sistem yang mengatur fungsi tubuh secara otomatis, termasuk detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan. Ketika seseorang tidak mengatur keuangannya, sistem saraf otonom dapat menjadi tidak seimbang dan menyebabkan stres, kecemasan, dan insomnia.
Dari perspektif biologis, stres yang dialami oleh orang yang tidak mengatur keuangannya dapat menyebabkan perubahan pada struktur dan fungsi otak, termasuk:
– *Pengurangan volume hippocampus*: Hippocampus adalah bagian otak yang terkait dengan memori dan emosi. Stres dapat menyebabkan pengurangan volume hippocampus dan mengganggu kemampuan untuk mengatur emosi.
– *Pengubahan struktur amygdala*: Amygdala dapat menjadi lebih aktif dan besar ketika seseorang mengalami stres, yang dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan stres.
– *Pengubahan sistem reward*: Stres dapat menyebabkan perubahan pada sistem reward otak, yang dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk mencari kesenangan dan penghargaan, termasuk melalui belanja atau konsumsi.
Untuk mengatasi stres ini, penting untuk mengambil kontrol atas keuangan dan membuat rencana keuangan yang jelas. Selain itu, aktivitas seperti olahraga, meditasi, dan relaksasi dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan biologis.













