Example 728x250

Example 728x250
Uncategorized

Strategi Warren Buffet Membangun Kekayaan

81
×

Strategi Warren Buffet Membangun Kekayaan

Share this article

Banyak orang berpikir untuk menambah penghasilan, mereka harus mencari pekerjaan baru atau mengambil pekerjaan sampingan.

Namun, bagi Warren Buffett, kuncinya bukan bekerja lebih keras, melainkan berpikir lebih bijak tentang uang.

Investor legendaris yang dijuluki Oracle of Omaha ini kini menjadi orang terkaya keempat di dunia, dengan kekayaan mencapai 162,1 miliar dollar AS.

Di balik reputasinya sebagai pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway, Buffett justru dikenal lewat nasihat finansial yang membumi dan realistis.

Lebih dari 60 tahun berkarier di dunia investasi, Buffett meninggalkan banyak prinsip sederhana yang relevan hingga kini.

Dikutip dari Go Banking Rates, Senin (6/10/2025), berikut 13 tips keuangan Warren Buffett yang bisa diterapkan siapa pun, bahkan oleh mereka yang baru mulai belajar berinvestasi.

1. Mulai dari Kecil & Bersabarlah

“Seseorang duduk di bawah pohon teduh hari ini karena seseorang menanam pohon itu sejak lama.” Buffett tidak memulai karier investasinya dengan jutaan dollar.

Ia pernah “bekerja dengan uang yang sangat kecil” dan memilih perusahaan kecil yang diyakininya akan berkembang.

“Jika Anda bekerja dengan modal kecil, Anda bisa menghasilkan keuntungan besar,” kata Buffett dalam rapat tahunan Berkshire Hathaway 2001.

Menurutnya, investasi kecil yang sabar bisa tumbuh besar seiring waktu.

2. Pilih Reksa Dana Indeks

“Menurut saya, bagi kebanyakan orang, cara terbaik adalah memiliki dana indeks S&P 500.”

Buffett menilai, investasi terbaik bagi kebanyakan orang adalah index fund seperti S&P 500, yang berisi 500 perusahaan besar lintas sektor.

Ia menilai, cara ini sederhana, efektif, dan berisiko rendah. “Aturan pertama investasi adalah jangan rugi.

3. Miliki Obligasi

“Tempatkan 10 persen uang tunai di obligasi pemerintah jangka pendek.” Buffett menyarankan portofolio dengan komposisi 90 persen saham indeks S&P 500 dan 10 persen obligasi pemerintah.

Obligasi bisa berupa Treasury bond dengan nilai mulai 100 dollar AS atau savings bond mulai 25 dollar AS. Strategi ini menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan dana.

4. Pahami Apa yang Kamu Investasikan.

“Risiko muncul karena kita tidak tahu apa yang sedang dilakukan.”

Buffett percaya bahwa memahami investasi jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren.

Tak perlu tahu semua hal soal pasar saham, cukup pahami dasar cara kerja investasi yang dipilih dan mintalah bantuan penasihat keuangan jika perlu.

5. Jangan Ikuti Kerumunan

“Kualitas terpenting bagi seorang investor adalah sikap, bukan kecerdasan.” Buffett tidak pernah mengambil keputusan berdasarkan tren. Ia menilai, temperamen yang stabil lebih penting daripada mengikuti arus pasar.

Selama memahami nilai produknya, seorang investor tidak perlu khawatir jika tidak ikut-ikutan. Baca juga: Warren Buffett Jual Habis Saham BYD, Alihkan Investasi ke Jepang

6. Siapkan Uang Tunai

“Ketika tagihan jatuh tempo, hanya uang tunai yang berlaku. Jangan keluar rumah tanpa itu.” Saat krisis 2008, Berkshire Hathaway tetap bertahan karena memiliki cadangan kas yang besar.

Buffett menilai, uang tunai atau aset setara kas seperti rekening pasar uang dan sertifikat deposito (CD) penting untuk menjaga likuiditas. Namun, ia mengingatkan, CD memiliki penalti jika dicairkan sebelum waktunya.

7. Lunasi Kartu Kredit

“Orang sebaiknya tidak menggunakan kartu kredit sebagai celengan untuk diambil sewaktu-waktu.

” Buffett menilai, langkah pertama memperbaiki keuangan bukan investasi, tapi melunasi utang kartu kredit. Bunga kartu kredit yang tinggi bisa menggerus penghasilan lebih cepat dari potensi keuntungan investasi.

8. Fokus pada Nilai, Bukan Harga

“Harga adalah apa yang Anda bayar; nilai adalah apa yang Anda dapatkan.” Buffett mengutip mentor lamanya, Ben Graham, bahwa investasi terbaik adalah berdasarkan nilai intrinsik, bukan harga saham.

Ia membeli saham karena potensi keuntungannya jangka panjang, bukan karena sedang populer di pasar.

9. Beli Barang Berkualitas Saat Diskon

“Baik saham atau kaus kaki, saya suka membeli barang berkualitas ketika harganya turun.”

Buffett dikenal gemar membeli saham berkualitas dengan harga rendah. Prinsipnya, berhemat bukan berarti membeli yang murah, tapi membeli yang bernilai saat ada potongan harga.

10. Ambil Peluang Saat Datang

“Kesempatan datang jarang-jarang. Saat hujan emas, keluarkan ember, bukan gelas kecil.” Menurut Buffett, peluang emas di pasar tak sering muncul. Ketika kondisi baik, investor perlu bertindak cepat untuk membeli saham bernilai tinggi. Momen seperti ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.

11. Jaga Batas Aman

“Jangan kendarai truk 9.800 pon di jembatan bertanda kapasitas 10.000 pon. Cari yang 15.000 pon.” Prinsip margin of safety menekankan pentingnya ruang aman dalam berinvestasi. Jika belum punya dana darurat yang cukup, sebaiknya tidak mengambil risiko investasi tinggi. Keamanan finansial tetap prioritas. Baca juga: 5 Tips dari Warren Buffett untuk Milenial yang Ingin Kaya

12. Fokus pada Permainan, Bukan Skor

“Permainan dimenangkan oleh pemain yang fokus di lapangan, bukan pada papan skor.”

Buffett menyarankan investor untuk fokus pada strategi jangka panjang, bukan fluktuasi harga harian. Ia percaya, kesabaran adalah kunci kemenangan di dunia investasi.

13. Sederhanakan Strategimu

“Anda tidak perlu jadi ahli untuk mendapatkan hasil investasi yang baik. Jaga agar tetap sederhana dan tolak janji untung cepat.” Menurut Buffett, investasi terbaik adalah yang mudah dipahami dan realistis.

Ia menolak skema cepat kaya dan lebih memilih strategi yang lambat tapi konsisten. “Jadilah kura-kura, bukan kelinci,” ujarnya.

Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *