Meskipun hipnosis bisa digunakan sebagai terafi penyembuhan: stress, mengurangi rasa sakit. Toh, hipnotis hanya efektif jika orang yang dihipnosis bersedia dan terbuka untuk dihipnosis.
Dalam hipnotis, hipnoterapis hanya berperan sebagai fasilitator yang membantu orang tersebut memasuki keadaan hipnosis dan menerima sugesti.
Orang yang dihipnosis tetap memiliki kendali atas diri sendiri dan dapat keluar dari keadaan hipnosis kapan saja.
Berikut beberapa poin penting tentang hal ini:
– *Kerja Sama*: Hipnotis memerlukan kerja sama dari orang yang dihipnosis. Jika seseorang tidak ingin dihipnosis, maka hipnotis tidak akan efektif.
– *Percaya Diri*: Orang yang dihipnosis harus memiliki kepercayaan diri dan percaya pada hipnoterapis.
– *Keterbukaan*: Orang yang dihipnosis harus terbuka untuk menerima sugesti dan perubahan.
– *Kontrol*: Orang yang dihipnosis tetap memiliki kontrol atas diri sendiri dan dapat menolak sugesti yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Berikut tahapan umum dalam proses hipnotis
– *Persiapan*: Hipnoterapis membangun hubungan dengan subjek dan menjelaskan proses hipnotis untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan
– *Induksi*: Hipnoterapis menggunakan teknik induksi untuk membantu subjek memasuki keadaan hipnosis, seperti relaksasi, visualisasi, atau penghitungan.
– *Pendalaman*: Hipnoterapis membantu subjek memperdalam keadaan hipnosis dengan menggunakan teknik seperti visualisasi, penghitungan, atau sugesti.
– *Sugesti*: Hipnoterapis memberikan sugesti atau perintah kepada subjek untuk mengubah perilaku atau pola pikir yang tidak diinginkan.
– *Pengembalian*: Hipnoterapis membantu subjek kembali ke keadaan sadar dengan menggunakan teknik seperti penghitungan atau sugesti.
Hipnotis secara biologis melalui aspek:
– *Mekanisme Otak*: Hipnotis mempengaruhi aktivitas otak, terutama dalam mengurangi aktivitas critical area atau Reticular Activating System (RAS) yang berfungsi sebagai penyaring informasi. Dengan mengurangi aktivitas RAS, sugesti dapat lebih mudah diterima oleh pikiran bawah sadar.
– *Gelombang Otak*: Hipnotis dapat mengubah frekuensi gelombang otak dari Beta menjadi Alfa atau Theta, yang terkait dengan keadaan rileks dan fokus. Dalam keadaan ini, sugesti lebih mudah diterima dan diproses oleh pikiran bawah sadar.
– *Hormon dan Neurotransmitter*: Hipnotis dapat mempengaruhi hormon dan neurotransmitter seperti dopamin, serotonin, dan oksitosin, yang terkait dengan perasaan rileks, bahagia, dan percaya diri.
– *Sistem Saraf*: Hipnotis dapat mempengaruhi sistem saraf parasimpatis, yang berfungsi mengatur respons tubuh terhadap stres dan relaksasi.













