JAKARTA: Meskipun tidak ada statistik resmi persentase perceraian di Indonesia yang secara spesifik disebabkan oleh media sosial, tetapi media sosial telah menjadi faktor pemicu pertengkaran dan kecemburuan yang berujung pada perceraian.
Berdasarkan survei dari pengacara dan data di negara lain, media sosial sering kali menjadi barang bukti perselingkuhan yang mengarah pada perceraian.
Bagaimana Media Sosial Berperan dalam Perceraian? Pemicu Perselingkuhan dan Pertengkaran:
Media sosial sering menjadi tempat terjadinya perselingkuhan dan komunikasi rahasia yang kemudian memicu pertengkaran di antara pasangan.
Bukti-bukti dari media sosial seperti pesan atau interaksi dapat digunakan sebagai barang bukti utama dalam kasus perceraian.
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan masalah seperti kecemburuan, kecurigaan, dan konflik yang tidak sehat dalam pernikahan.
Konteks di Indonesia
Meskipun angka resmi tidak ada, penelitian dan laporan menunjukkan bahwa media sosial memengaruhi hubungan pernikahan dan berkontribusi pada meningkatnya perceraian.
Perubahan teknologi yang pesat tanpa diimbangi batasan diri dapat membuat dampak positif dari media sosial menjadi negatif dan berujung pada masalah rumah tangga.
Jadi, meskipun persentase spesifik tidak tersedia, media sosial secara tidak langsung memainkan peran dalam mendorong perceraian di Indonesia sebagai salah satu faktor pemicu masalah pernikahan.
#asmanidarlawyer.com













