Dalam karyanya: The Art of Worldly Wisdom, Novelis Spanyol, Baltasar Gracián mengillustrasikan sikap pria pada siklus usianya:
“Pada usia 20-an seorang pria, adalah seekor burung merak. Pada usia 30-an, seekor singa. Usia 40-an seekor unta. Usia 50-an, seekor ular. Usia 60-an seekor anjing. Usia 70-an, seekor kera.Usia 80 tahun, dia bukan apa-apa“.
Ungkapan tersebut adalah alegori tentang perjalanan hidup manusia dan perubahan karakternya seiring bertambahnya usia.
Mulai dari kebanggaan masa muda (burung merak), kekuatan dan dominasi (singa), kerja keras (unta), licik/bijaksana (ular), loyalitas/ketergantungan (anjing), kebiasaan (kera).
Hingga akhirnya menjadi rapuh dan tidak berarti (bukan apa-apa), menggambarkan siklus kehidupan dari kejayaan hingga kemunduran.
Makna Rinci Setiap Tahap:
20-an (Burung Merak): Penuh kebanggaan, memamerkan diri, fokus pada penampilan dan kesenangan, seperti merak yang memamerkan bulunya yang indah.
30-an (Singa): Puncak kekuatan, keberanian, dan dominasi; menjadi pemimpin, kuat, dan percaya diri, seperti singa raja hutan.
40-an (Unta): Usia kerja keras, tanggung jawab, membawa beban berat (keluarga, karier), seperti unta yang kuat dan tabah membawa beban.
50-an (Ular): Mulai lebih licik, bijaksana, mengamati, dan menggunakan kecerdasan; berpikir lebih strategis, seperti ular yang licin dan cerdik.
60-an (Anjing): Setia, bergantung pada orang lain (anak-anak/keluarga), mungkin menjadi kurang aktif, seperti anjing yang setia tapi membutuhkan perawatan.
70-an (Kera): Menjadi mirip anak kecil lagi, rapuh, mudah marah, membutuhkan banyak bantuan, seperti kera yang gelisah dan bergantung.
80-an (Bukan Apa-apa): Kehidupan berakhir, fisik sangat lemah, tidak berdaya, kembali seperti nol, tidak memiliki kekuatan atau pengaruh seperti bayi.
Intinya: Ini adalah pengingat filosofis bahwa semua manusia mengalami perubahan drastis seiring usia, dan kita harus menghargai setiap tahap kehidupan karena pada akhirnya semuanya akan memudar.
Ungkapan ini sering dikaitkan dengan Shakespeare atau sumber-sumber kuno yang merenungkan sifat fana kehidupan manusia.
Lantas, Rasulullah bersabda:
“Manusia paling beruntung adalah yang paling panjang umurnya dan paling baik amalannya”.
Wep: berbagai sumber













